Hidayah

Hadirya seseorang dalam amal kebaikan, entah itu menolong agama Allah (jihad), menolong orang lain, ibadah, maupun majelis ilmu, tak bisa dilepaskan dari faktor hidayah atau petunjuk dari Allah. Dalam QS. Az-Zumar: 37 disebutkan bahwa orang yang mendapatkan hidayah dari Allah tidak akan ada yang bisa menyesatkannya.

“Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya… ”

Namun, hidayah tidak serta merta diturunkan oleh Allah kepada setiap manusia di muka bumi. Hidayah dari Allah adalah sesuatu yang harus diupayakan oleh seorang mukmin.

Allah SWT menjelaskan mengenai hidayah dalam Alquran surat An-Nuur 35-40.  Dalam ayat tersebut dijelaskan mengenai siapa pemilik dan pemberi hidayah, dimana hidayah bisa diperoleh, kepada siapa hidayah akan diberikan, apa yang akan diperoleh orang yang menerima hidayah, dan siapa saja yang tidak diberikan/disentuh oleh hidayah.

Siapa pemilik dan pemberi hidayah? Dia adalah Allah SWT. Dalam ayat 35, Allah menjelaskan bahwa Dia adalah “nuur al-samaawaati wa al-ardh” yang berarti Cahaya Langit dan Bumi. Dalam Al-Quran diterjemahkan sebagai pemberi cahaya langit dan bumi. Dalam ayat ini dijelaskan dengan begitu indah bagaimana perumpamaan cahaya Allah tersebut.

Dimana hidayah diperoleh? Yaitu “… di rumah-rumah yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama Allah di dalamanya…” (QS. An-Nuur 36), yaitu di masjid-masjid, di majlis dzikir dan ilmu. Hidayah tidak akan diperoleh di tempat-tempat atau acara-acara kemaksiatan.

Kepada siapa hidayah akan diberikan? Yaitu kepada “orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan sholat dan membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari dimana hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS. An-Nuur: 37). Orang yang mendapat hidayah adalah mereka yang tidak terpedaya oleh urusan dunia dan yakin dengan dahsyatnya hari kiamat.

Apa yang diperoleh orang yang mendapat hidayah? Yaitu agar “… Allah memberikan balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan, dan supaya Allah menambahkan karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS An-Nuur: 38).

Siapa yang tidak diberikan/disentuh oleh hidayah? Yaitu orang-orang kafir. Tentang orang kafir Allah menerangkan bahwa “…amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi jika didatangi tidak mendapatinya sesuatu apapun… ” (QS. An-Nuur: 39). Mereka itu (orang-orang yang tidak diberi hidayah), seperti berada di “… gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak pula, di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih…” (QS. An-Nuur 40)

Semoga kita senantiasa diberikan hidayah oleh Allah agar selalu berada dalam kebaikan dan kebenaran.

Wallahu a’lam bis-showab

(intisari kuliah dhuha, ahad 09/03/14 di masjid ukhuwah islamiyah universitas indonesia depok. disarikan oleh @untungkasirin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s