Apakah One Day One Juz Sudah Menjadi Habbit?

Terkadang saya bertanya dalam hati, apakah one day one juz sudah menjadi habbit saya sekarang ini? Bukankah saya sudah ikut ODOJ selama beberapa bulan? Bukankah saya jarang sekali tidak khatam sejuz sehari?

Mungkin, jawabannya berbeda-beda untuk setiap individu. Ada yang merasa sudah menjadi habbit, ada pula yang belum.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu kiranya dibikin kriteria, indikator, ataupun standar untuk mengevaluasi apakah benar one day one juz sudah menjadi habbit kita, atau jangan-jangan hanya sekadar rutinitas harian yang stagnan. Karena menurut hemat saya, khatam tiap hari saja belum bisa dijadikan standar bahwa kita sudah mengakuisisi habbit one day one juz. Sebuah habbit haruslah melekat dan lengket dalam keseharian kita, yaitu jika kita tidak melakukannya, seolah ada yang kurang atau terlepas.

Beberapa pertanyaan berikut sepertinya bisa dijadikan indikator untuk mengukur tingkat kesuksesan one day one juz Anda:

Pertama, apakah waktu khatam Anda relatif konstan? Cobalah diingat kapan biasanya Anda selesai satu juz. Jika waktu khatam Anda relatif konstan, misalnya setelah subuh, setelah ashar, atau setelah maghrib, besar kemungkinan ODOJ sudah menjadi habbit. Tapi jika waktu khatam Anda fluktuatif, kadang setelah maghrib, kadang menjelang tengah malam, atau kadang sudah pergantian hari, sepertinya ODOJ belum terlalu lengket dalam keseharian Anda.

Kedua, apakah Anda punya waktu khusus untuk tilawah Al-Quran? Ini berkaitan erat dengan pertanyaan pertama. Punya waktu khusus di sini berarti Anda meluangkan waktu untuk tilawah, bukan menunggu waktu luang untuk tilawah. Indikasinya adalah, saat Anda berada di waktu tersebut, Anda seolah bergerak secara reflek ke arah rak buku, mengambil mushaf, membukanya, lalu membacanya.

Ketiga, apakah Anda mengenali tipe khatam Anda? Cobalah diingat-ingat, apakah Anda tipe orang yang khatam dalam sekali duduk, atau dicicil beberapa kali. Jika berganti-ganti, kadang sekali duduk, kadang dicicil beberapa kali, berarti Anda belum punya tipe khatam dan besar kemungkinan one day one juz belum terlalu lengket.

Keempat, apakah Anda tertantang untuk target yang lebih baik dari saat ini? Katakanlah saat ini Anda sudah one day one juz, kemudian Anda tertantang untuk target berikutnya, misalnya one day two juz, atau one day three juz, atau ingin mulai menghafal? Jika jawabannya ya, insya Allah one day one juz sudah menjadi habbit. Tapi jika Anda masih merasa kedodoran dan tertatih, teruslah berjuang agar one day one juz mulai terasa ringan. Seperti pesan Om ODOJ: “Bisa karena biasa. Biasa karena dipaksa.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s