Indonesia Mengaji

Seorang engineer di WhatsApp Inc., sebuah perusahaan aplikasi instant messenger asal Amerika Serikat tak henti-hentinya menatap dekstop di hadapannya. Ada pergerakan yang sangat tak wajar dari data yang sedang ia analisis.

Dalam tiga bulan terakhir, jumlah group meningkat pesat. Group-group yang terbentuk tersebut sangat aktif. Lalu lintas datanya sangat masif sepanjang hari. Pagi, siang, sore hingga malam.

Group-group tersebut punya ciri dan karakteristik yang sama. Nama yang sama dengan nomor yang berbeda. Jumlah anggota yang relatif sama. Konten pesan yang sama berupa daftar nama bernomor urut 1 sampai 30 dengan nomor urut dan icon yang berganti-ganti. Konten yang cepat menyebar dari satu group ke group lain. Dan anggota group yang mayoritas berasal dari negara yang sama dengan kode telepon +62: Indonesia.

“What the hell is this?” Katanya menggerutu. ODOJ? Juz? One Day One Juz? Ikhwan? Akhwat? Akh? Ukh? Huh..

Semua istilah tersebut sangat asing di telinga sang engineer.

***

Cerita di atas hanyalah fiktif, yang sekelebat hinggap di pikiran saya saat menunggu mas-mas mencuci motor saya di Jalan Nangka Depok.

Tapi, cerita tersebut sangat mungkin terjadi mengingat bahwa One Day One Juz telah memicu begitu banyak fenomena ajaib.

Jumlah anggotanya yang ajaib yang kini mencapai puluhan ribu. Perasaan anggotanya yang ajaib: bagaimana dalam sekejap, mengaji sejuz sehari yang dulunya ‘mustahil’, kini malah menjadi habbit, insyaa Allah.

Tak hanya melampaui target jumlah anggota yang ditetapkan para penggagasnya, jumlah anggota One Day One Juz kini mungkin sudah 2, 3, 4, atau 5 kali lipat!

Tak sekadar rekor MURI, One Day One Juz mungkin layak masuk di Guiness World Records sebagai group instant messenger dengan anggota terbanyak di dunia, group dengan lalu lintas data (data traffic) tersibuk di dunia, dll.

Yup! Itu baru angka-angka statistik. Tentu, visi dan misi group adalah jauh lebih mulia ketimbang memecah rekor. Visi kita adalah individu mengaji, anak-anak mengaji, keluarga mengaji, Indonesia mengaji, bahkan hingga dunia mengaji.

Wallahu a’lam.

4 thoughts on “Indonesia Mengaji

  1. Klo begitu mungkin. bagus jk dibuat instant messenger sendiri khusus odoj ya pak? Agar keuntungan bsa untuk membiayai kegiatan, dana kemanusiaan, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s