Tawakal Yang Benar

Setiap muslim selalu mengharapkan dan mengusahakan agar tingkat dan taraf kehidupannya dan keluarganya terus membaik. Untuk mencapai taraf tersebut, seorang muslim harus bekerja, entah itu dengan bekerja untuk orang lain maupun untuk diri sendiri, dengan cara-cara yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu pekerjaan yang baik dan halal.

Dalam upaya mencapai kehidupan yang lebih baik tersebut, tak jarang kita menjumpai jalan terjal. Misalnya, bagi yang menganggur, setelah berjuang kesana kemari, tak kunjung mendapatkan pekerjaan; yang sudah bekerja dengan baik, penghasilannya tak kunjung membaik, dan yang wirausaha/berdagang pendapatan dari usahanya tak sesuai harapan. Pada kondisi seperti ini, tidak ada jalan lain bagi seorang muslim selain jalan tawakal!

Namun seringnya, tawakal tersebut hanya sekadar ucapan untuk menghibur diri, bukan menjadi perasaan dan tekad yang tertanam kuat dan menggelora di dalam sanubari. Misalnya, saat sesuatunya tidak sesuai harapan, lisan kita mengatakan, “Saya tawakal saja lah. Toh semua sudah ada yang mengatur.”

Untuk itu, tawakal harus dipahami dan diamalkan dengan benar.  Allah SWT berfirman,

“…Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (At-Thalaaq: 3)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Sekiranya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Dia akan memberimu rizki sebagaimana Dia memberi rizki (seperti) burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”

Lantas, seperti apa tawakal yang sebenar-benarnya tawakal? Dr. Akram Ridha dalam bukunya, Kado Pernikahan Terindah, menguraikan bagaimana refleksi atau cerminan seorang muslim yang bertawakal, sbb:

Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Menurut beliau, iman dan takwa merupakan bentuk terpenting dari seorang yang bertawakal yang menjadi sebab datangnya rizki sebagaimana banyak disebutkan di dalam Al-Quran. Allah berfirman:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Al-A’raf: 96)

Di dalam ayat lain disebutkan,

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. ..” (At-Thalaq 2-3)

Memperbanyak Membaca Istighfar

Salah satu sebab terhalangnya rizki adalah dosa dan maksiat. Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya Ruhul Qudus mengilhamkan dalam benakku bahwa takkan meninggal dunia satu jiwa pun hingga rizkinya sempurna. Maka, bertakwalah kepada Allah dan carilah rizki dengan baik. Sesungguhnya karunia di sisi Allah takkan bisa digapai kecuali dengan mentaati-Nya. Sesungguhnya Allah menjadikan kelapangan dan kebahagian di dalam keridhaan dan keyakinan, dan sesungguhnya Dia menjadikan kegundahan dan kesedihan di dalam keraguan dan kemurkaan. (Hadits shahih riwayat Abu Nu’aim).

Sedangkan jalan untuk menghapus dosa di antaranya adalah dengan memperbanyak membaca istighfar. Allah berfirman,

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

Rasulullah SAW bersabda,

Barangsiapa melazimi (membiasakan) istighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari segala kegelisahan, solusi dari segala kesepitan dan Dia akan memberinya rizki dari arah yang tak terduga. (Abu Dawud, Kita As-Shalah)

Mengenai keutamaan membaca istighfar telah kami posting sebelumnya di sini

Memperbanyak Doa dan Dzikir

Dalam sebuah hadits, dari Anas RA, beliau berkata:

Dahulu pernah terjadi suatu masa di mana paceklik menimpa orang banyak. Saat Rasul berkhutbah, ada seorang arab badui yang berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, harta telah binasa dan keluarga kelaparan, maka berdoalah kepada Allah untuk kami.” Maka beliau berdoa, “Allaahumma aghitsnaa. Allaahumma aghitsnaa. (Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah tolonglah kami.)”

Bersyukur dan Bersabar

Allah SWT berfirman,

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim: 7)

Berinfak di Jalan Allah

Infak di jalan Allah, bisa melahirkan rizki dan mengundang pengganti dari apa yang kita infakkan. Allah berfirman

“… Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.. “(Sabaa: 39)

Dalam sebuah hadits disebutkan,

Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi di suatu hari, melainkan dua malaikat turun. Yang satu berdoa: “Ya Allah, berilah orang yang berinfak suatu gantinya. Dan yang lain berdoa: “Ya Allah, berilah orang yang kikir kebinasaan.” (HR Bukhari, Kitab Az-Zakah)

Menyambung Silaturahim

Silaturahim merupakan sebab lain dari terbukanya pintu rizki sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Barangsiapa ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung silaturahim”

Wallaahu a’lam bisshowab.

[Dinukil dari Buku Kado Pernikahan Terindah, tulisan Dr. Akram Ridha]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s