ODOJ Model Kelurahan

Setiap group ODOJ  sepertinya pernah memiliki pengalaman yang sama, yaitu tidak khatam alias tidak kholas 30 juz. Penyebabnya macam-macam. Bisa karena masalah teknis seperti handphone error, paket internet habis, maupun pulsa habis. Bisa juga karena PJ Harian kurang aktif menghubungi anggota yang belum lapor. Namun dari pengamatan saya, penyebab yang kedua ini sepertinya lebih dominan.

Solusi dari masalah ini adalah bagaimana seorang PJ Harian bisa lebih aktif dalam menjalankan tugasnya, seperti aktif menyapa secara pribadi member yang belum lapor hingga berkreasi dalam menjalankan tugasnya sebagai PJ. Sebagai contoh, Akh Arif, salah seorang anggota ODOJ 137 beberapa kali menjadi PJ dengan cara yang unik, dari menjadi PJ Harian ala komentator bola sampai memberi pengetahuan mengenai nomor ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Pun demikian yang dialami ODOJ 137, pernah beberapa kali tidak khatam 30 juz. Banyak alternatif solusi yang sudah dicoba seperti Aturan 5-8 (jam 5 wajib lapor, jika tidak ada laporan akan langsung dilelang pada jam8) sampai back-up PJ harian, yaitu adanya PJ1 dan PJ2. Jika PJ1 tidak bisa menjalankan tugasnya, misalnya karena sibuknya pekerjaan, akan digantikan oleh PJ2 yaitu anggota yang mendapat jatah juz 29. Ternyata kedua solusi ini belum cukup efektif.

Kami pun mendiskusikan solusi yang lain. Adalah Akh Mansur, mengajukan usul agar dibentuk kelompok-kelompok kecil, dan setiap kelompok memiliki PJ tetap yang bertugas memantau dan merekap tilawah anggota kelompoknya. Model ini kami sebut sebagai “ODOJ Model Kelurahan”.

Teknisnya begini: Group ODOJ 137 sebagai Kelurahan ODOJ 137, Admin Group ODOJ 137 sebagai Pak Lurah, PJ Harian sebagai Ketua Rukun Warga (Pak RW), PJ Kelompok sebagai Ketua RT (Pak RT), sedangkan anggota lain sebagai Warga.

image

Struktur Organisasi Kelurahan ODOJ 137

Berhubung ide ODOJ Kelurahan ini dari Akh Mansur, maka kami sepakat secara aklamasi menunjuk Akh Mansur sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) atau Pak Carik.

Pak RW bertugas merekap tilawah 30 anggota, sedangkan Pak RT bertugas merekap dan menghubungi warga RT yang belum laporan.

Dengan demikian, tugas Pak RW atau PJ harian menjadi lebih ringan karena dibantu Pak RT atau PJ kelompok, yang bertugas memantau 4 orang warga RT.

Tertarik mencoba?😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s