Laki-Laki Wajib Sholat Di Mesjid

Tanggal satu bulan empat tahun dua ribu empat belas ini, kami sekeluarga resmi tinggal di bojong gede, di sebuah rumah kpr sederhana.

Karena harus menitip si cantik lala di tempat nenek-kakeknya di cagar alam depok, saya dan istri mesti bangun pagi-pagi.

Pagi-pagi sekali, alarm hape berbunyi, membangunkan kami sekeluarga, tak terkecuali si cantik lala yang minta menyusu.

Tak berapa lama kemudian, adzan shubuh berkumandang dari sebuah masjid sekolah.

Karena tak tega meninggalkan istri yang sibuk menyiapkan segala sesuatunya sendirian, dari membuat sarapan dan mengurus si cantik lala, sedangkan letak masjid agak jauh, saya bertanya sama istri,

“Bun, bunda kan repot ngurus ini itu, abi sholat di rumah atau di masjid?”

“Di mesjid aja, Bi. Laki-laki kan wajib sholat di mesjid.”

Lalu, saya pun melangkah ke mesjid dengan mantap. Meski di mesjid, seperti kebanyakan mesjid pada umumnya, saya hanya menjumpai belasan orang jamaah shubuh yang tidak penuh mengisi shaf pertama.

Saya jadi teringat nasihat Ustadz Sunali, dosen kami yang sholeh, insya Allah. Kata beliau, laki-laki, apalagi masih muda, harus sholat jamaah di masjid. Jangan kalah sama Abdullah Ummi Maktum, sahabat nabi yang buta sejak lahir, tapi bersemangat dalam menuntut ilmu dan mengamalkan islam. Jangan malah menjadi generasi muda yang bertubuh sehat, tapi asyik main play station saat panggilan untuk sholat berkemunandang.

“Duhai Allah, berilah pahala berlimpah kepada guru-guru kami dan berkahilah hidup mereka.”

“Duhai Allah, karuniakan kepada kami istri yang sholehah, dan keturunan yang sholeh/ah.”

Sumber:
http://untungkasirin.wordpress.com/2014/04/01/laki-laki-wajib-sholat-di-mesjid/

Advertisements

Hidayah

Hadirya seseorang dalam amal kebaikan, entah itu menolong agama Allah (jihad), menolong orang lain, ibadah, maupun majelis ilmu, tak bisa dilepaskan dari faktor hidayah atau petunjuk dari Allah. Dalam QS. Az-Zumar: 37 disebutkan bahwa orang yang mendapatkan hidayah dari Allah tidak akan ada yang bisa menyesatkannya.

“Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya… ”

Namun, hidayah tidak serta merta diturunkan oleh Allah kepada setiap manusia di muka bumi. Hidayah dari Allah adalah sesuatu yang harus diupayakan oleh seorang mukmin.

Allah SWT menjelaskan mengenai hidayah dalam Alquran surat An-Nuur 35-40.  Dalam ayat tersebut dijelaskan mengenai siapa pemilik dan pemberi hidayah, dimana hidayah bisa diperoleh, kepada siapa hidayah akan diberikan, apa yang akan diperoleh orang yang menerima hidayah, dan siapa saja yang tidak diberikan/disentuh oleh hidayah.

Siapa pemilik dan pemberi hidayah? Dia adalah Allah SWT. Dalam ayat 35, Allah menjelaskan bahwa Dia adalah “nuur al-samaawaati wa al-ardh” yang berarti Cahaya Langit dan Bumi. Dalam Al-Quran diterjemahkan sebagai pemberi cahaya langit dan bumi. Dalam ayat ini dijelaskan dengan begitu indah bagaimana perumpamaan cahaya Allah tersebut.

Dimana hidayah diperoleh? Yaitu “… di rumah-rumah yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama Allah di dalamanya…” (QS. An-Nuur 36), yaitu di masjid-masjid, di majlis dzikir dan ilmu. Hidayah tidak akan diperoleh di tempat-tempat atau acara-acara kemaksiatan.

Kepada siapa hidayah akan diberikan? Yaitu kepada “orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan sholat dan membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari dimana hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS. An-Nuur: 37). Orang yang mendapat hidayah adalah mereka yang tidak terpedaya oleh urusan dunia dan yakin dengan dahsyatnya hari kiamat.

Apa yang diperoleh orang yang mendapat hidayah? Yaitu agar “… Allah memberikan balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan, dan supaya Allah menambahkan karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS An-Nuur: 38).

Siapa yang tidak diberikan/disentuh oleh hidayah? Yaitu orang-orang kafir. Tentang orang kafir Allah menerangkan bahwa “…amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi jika didatangi tidak mendapatinya sesuatu apapun… ” (QS. An-Nuur: 39). Mereka itu (orang-orang yang tidak diberi hidayah), seperti berada di “… gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak pula, di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih…” (QS. An-Nuur 40)

Semoga kita senantiasa diberikan hidayah oleh Allah agar selalu berada dalam kebaikan dan kebenaran.

Wallahu a’lam bis-showab

(intisari kuliah dhuha, ahad 09/03/14 di masjid ukhuwah islamiyah universitas indonesia depok. disarikan oleh @untungkasirin)

Apa Kabar Tilawahmu?

Assalamualaikum Warahmatullahi wa barakatuhu.

Shobaahal khair…

Apa kabar saudaraku, member group one day one juz, gerakan baca juz quran sehari satu. Saya doakan semoga kita dalam dalam kesehatan dan keberkahan selalu..

Sudah berapa bulan groupmu berlalu, bagaimana keadaan tilawahmu, apakah sudah lebih baik dari yang dulu-dulu?

Niat kita ikut odoj insya Allah punya tujuan satu, menjadikan membaca al-quran 1 juz sehari sebagai habbit-mu yang baru, disela-sela sibuknya aktivitasmu…

Aku lihat dan amati, jadwal khatam kita beberapa hari ini jadi tidak menentu, kadang khatam sekali waktu, dan sering nggak khatam di banyak waktu….

Sungguh, tak sedikitpun aku meragukan kesibukanmu, kerja sana kerja sini, dagang sana dagang sini, kajian sana kajian sini, syuro sana syuro sini, itu semua adalah kesibukanmu…

Yang saya tanyakan hanya sedikit saja komitmenmu, agar melapor progres tilawahmu, hanya sekali dua kali waktu, sebelum batas waktu…

Kesibukan kita tentu tak sebanding dengan apa yang dialami saudara-saudara kita di bumi Allah lainnya, di Palestina, Syria, Afrika, Rohingya di mana anak-anak sampai dewasa tilawah quran di bawah desing peluru dan aroma mesiu… sementara engkau tilawah di ruang berpendingin udara beserta anak istrimu..

Sekali lagi, aku hanya bisa mengingatkan akan komitmen tilawahmu, karena Allah-lah sebenarnya yang bisa menggerakkan hatimu..

Untuk itu, ambil mushaf di rak bukumu, jangan biarkan berdebu, buka, baca, dan hayati hingga merasuk ke dalam hatimu, ke relung jiwamu, jadikan ia pedoman hidupmu selalu… dan jangan lupa untuk melapor pada adminmu, agar nggak jadi tanda tanya saudara-saudaramu..

Hehe, itu saja curhat dariku di pagi yang indah di hari Sabtu…

Barakallaahu fiikum, semoga keberkahan selalu menyertaimu….

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu